Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Oleh : Dewi Andrianie (CGP 3 Kab. Sukabumi, Jawa Barat)
Guru SMAN 1 Cisaat Kab. Sukabmi

Peran saya sebagai guru dalam menciptakan budaya positif di sekolah adalah saya harus mulai dari menggali dan menerapkan peraturan kelas dengan melibatkan murid dalam merumuskannya. Peraturan yang dibuat itu haruslah berdasarkan kepada nilai nilai kebajikan apa yang ingin ditanamkan kepada murid hingga murid dapat berlatih dengan mematuhi peraturan tersebut, manusia seperti apa yang ingin dibentuk oleh adanya peraturan tersebut. Peraturan dibuat bukan hanya sekedar kata kata penunggu dinding kelas tak bermakna sama sekali. Hasil berlatih yang terus menerus menerapkan peraturan yang disepakati bersama itu haruslah mampu membentuk karakter baik murid secara permanen dan bertahan untuk jangka waktu yang lama, bukan temporeri. Dari peraturan di kelas yang dijalankan terus menerus maka akan menimbulkan keyakinan kelas pada kebajikan yang universal. Seperti menghormati, menyayangi, jujur, bertanggung jawab, selamat, kesehatan dan lain sebagainya. Yang dimaksud universal adalah nilai kebajikan yang diakui kebenaran nilai nya oleh semua orang, lintas agama,lintas suku, lintas budaya.hal hal yang disampaikan di atas adalah merujuk pada disiplin positif, bahwa kedisiplinan itu bukan dengan cara menghukum.
Kedisiplinan ditegakan bukan melalui kontrol guru terhadap murid. Karena sejatinya tidak ada seorangpun yang mempu mengontrol perilaku kita selain diri kita sendiri. Disiplin positif dapat terjadi jika motivasi untuk melaksanakannya datang dari dalam diri sendiri yaitu yang disebut motivasi interinsik, bukan motivasi dari luar atau ekstrinsik. Motivasi intrinsik hanya bisa muncul jika si pemegang kontrol meyakini bahwa apa yang dilakukannya sesuai dengan nilai nilai kebajikan yang diyakininya. Begitu pula jika mereka melakukan kesalahan maka untuk memperbaikinya akan merujuk pada nilai kebajikan apa yang diyakininya dan mau jadi manusia seperti apa diri kita ini. Sebagai seorang guru haruslah paham bahwa kita hanya bisa mengarahkan murid untuk meyakini suatu nilai universal. Tidak bolah memaksakan kehendak. Guru harus mampu menggali, mengarahkan dengan posisi kontrol sebagai menejer, bukan penghukum, pembuat rasa bersalah. Posisi kontrol sebagai teman atau pengontrol sebetulnya masih bisa diambil sesuai situasi dan kondisi namun posisi kontrol sebagai menejer haruslah diutamakan. Karena hanya di posisi ini lah tahapan tahapan segitiga restitusi dapat dilaksanakan.
Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan karakter yang lebih kuat. Restitusi juga berarti proses kolaborasi yang mengajarkan murid mencari solusi untuk masalah yang di hadapinya, dan membantu murid berfikir tentang orang seperti apa yang mereka inginkan, dan bagaimana mereka harus memperlakukan orang lain. Sedangkan segitiga restitusi adalah suatu tahapan bagaimana restitusi itu bisa dijalankan. Hal ini untuk memudahkan guru dalam melakukan proses mempersiapkan muridnya melakukan restitusi. Tahapan yang dimaksud ada 3 mangkanya disebut segi tiga yaitu tahapan yg pertama menstabilkan identitas, tahapan yg ke dua validasi tindakan yg salah, tahapan yg ke 3 menanyakan keyakinan.
Jika setiap murid mentaati peraturan yang didorong oleh kontrol intrinsik dari dalam dirinya dan setiap hambatan/masalah terjadi dikembalikan lagi kepada apa yang diyakininya sehingga solusi yang diambilnya akan membaikan dirinya dan sekitarnya. Ini akan mampu membangun lingkungan positif di sekolah. Lingkungan yang menerapkan budaya positif terus menerus maka akan menumbuhkan budaya positif di lingkungan sekolah.
Lalu apa hubungannya materi ini dengan Filosofi Pendidikan Nasional KHD, Nilai dan Peran Guru Penggerak, dan Visi Guru Penggerak? Tentu saja hubungannya erat sekali. Guru tidak mungkin bisa legowo menyerahkan kontrol diri kepada murud dalam menegakan kedisiplinan jika guru tidak mengerti konsep perubahan KHD. Guru akan terus saja menghukum murid, merasa murid bersalah, tidak nyaman hingga berdampak negatif dan bertahan dalam jangka waktu yang panjang jika guru tersebut tidak mengerti konsep menghamba kepada murid. Sedangkan koneksitas materi ini dengan peran guru penggerak tentu saja kuat sekali karena apa yang kita lakukan bersama murid dalam menumbuhkembangkan disiplin positif adalah merupakan bentuk nyata dari peran guru penggerak yaitu mewujudan kepemimpinan murid. Segitiga restitusi adalah bukti nyata bagaimana kita melatih anak untuk memiliki kontrol atas dirinya. Pemimpin sejatinya adalah memimpin diri sendiri kearah yang lebih baik. Dari penjelasan mengenai peraturan – keyakinan kelas – ingkungan positif – budaya positif jelas lah tergambar sekolah seperti apa yang kita cita citakan, manusia seperti apa yang kita harapkan menjadi output dari sekolah kita. Itulah hubungannya materi ini dengan visi guru penggerak.





Dalam membuat aksi nyata saya membaginya ke dalam 2 sesi yaitu sesi pertama menemukan dan menentukan keyakinan kelas pada nilai nilai kebajikan, dan sesi ke-2 adalah sesi saya mendesiminasikan apa yang sudah saya lakukan bersama murid dalam membuat keyakinan kelas.
Berikut ini langkah-langkah aksi nyata saya:
Di kelas saya:
1. menyanyikan lagu persembahan guru untuk murid berjudul, “Aku Guru” lalu menggali nilai kebajikan dari lagu tersebut
2. memaparkan apa itu peraturan, nilai keyakinan/nilai kebajikan niversal
3. berdiskusi, menggali dan menetapkan nilai kebajikan/nilai keyakinan kelas pada setiap aturan yang ditetapkan bersama, lalu melakukan komitmen menjalankan keyakinan dengan cara menandatangani hasil musyawarah
4. berlatih menemukan wujud nilai keyakinan kelas dengan cara menemukan di keseharian menurut pengalaman apa yang tampak dan apa yang tidak tampak, dan mengisi Ychart (terdengar, terlhat, perilaku)
5. berlatih menggali kesadaran atas peran, tugas dan tanggung jawab masing masing (guru dan murid) dengan merincinya dalam selembar kertas bersama.
Bersama komunitas guru saya:
1. mendesiminasikan secara luring apa yang sudah saya lakukan di kelas dalam rangka menumbuhkan disiplin positif yang dapat membentuk budaya positif di lingkungan kelas/sekolah,
2. membuka forum diskusi
3. menulis jurnal refleksi
Lirik lagu
“AKU GURU“
Karya Dewi Andrianie (CGP 3 Kab. Sukabumi)

Aku guru harus banyak tahu
Belajarlah sepanjang waktu
Aku guru menyayangi mu
Pada semua murid murid ku
Aku guru kan menuntun mu
Menemukan jati dirimu
Aku guru kan membimbingmu
Menuntun mu pada kodrat mu
Aku guru menghormati mu
Dari Tuhan untuk negeri ku
Aku guru pelita ilmu
Bertumbuhlah jadi yang kamu mau
Aku guru bukti baktiku
Sambut hari ceria dengan mu
Aku guru menghamba pada mu
Menyayangi sepenuh hati (3x)
https://youtu.be/u8wd14aKJmU (video Lagu, “Aku Guru”)
LAPORAN AKSI NYATA PENERAPAN KONSEP BUDAYA POSITIF DI KELAS X IPS 1 SMAN 1 CISAAT KABUPATEN SUKABUMI JAWA BARAT
Oleh Dewi Andrianie, S.Pd.,M.Hum.
CGP Angkatan 3, Asal Kabupaten Sukabumi Jawa Barat


Pendahuluan
Hari Selasa tanggal 19 Oktober 2021 saya melakukan kegiatan pembelajaran bersama murid urid saya yaitu kelas X IPS 1. Karena masih masa pendemi maka pembelajaran tatap muka harus dibatasi jumlah murid di sekali tatap muka yaitu hanya 50% dari jumlah kelas. Sesi pertama adalah pada jam 07.30 – 08.30, dan sisi kedua pada jam 09.00 – 10.30. Sebelumnya saya sudah mengumumkan kepada murid di kelas tersebut tentang jadwal tatap muka bersama wali kelas di waktu dan jam tersebut. Saya bersama murid akan melaksanakan kegiatan menggali dan menentukan Nilai Keyakinan Kelas, melatih disiplin positif selama 4 minggu. Aksi nyata ini adalah merupakan tugas akhir di modul 1.4 mengenai Budaya Positif. Dalam pelaksanaannya aksi nyata di kelas bersama murid saya membagi kegiatan menjadi 4 tahap selama 4 minggu
1. Berdiskusi dipimpin guru mengenai apa itu disiplin, peraturan, motivasi manusia, nilai keyakinan, nilai kebajikan universal, dan mengapa kita mentaati/tidak mentaati peraturan (Building Knowledge Of the Field)
2. Curah pendapat tentang peraturan apa saja yang setiap siswa inginkan ada dan dipatuhi di kelas X IPS 1
3. Mendiskusikan apa nilai kabajikan yang terkandung di setiap curah pendapat tentang peraturan di kelas dan menyepakati Nilai Keyakinan Kelas di X IPS 1
4. Melatihkan Keyakinan Kelas.
Perencanaan
Sebelum menjalankan aksi nyata, saya membuat perencanaan terlebih dahuli. Saya memikirkan bagaimana kegiatan pembelajaran menentukan Nilai Keyakinan Kelas dapat berjalan dengan baik. Saya menyediakan alat dan bahan seperti seperti: Kertas Flipchart, Sticky Notes/Post it, spidol besar dan kecil warna warni, kertas berwarna, kertas polos, karton, gunting, lem yang akan digunakan dalam kegiatan Membuat Nilai Keyakinan Kelas. Saya juga membuat media peresentasi dalam bentuk slide mengenai perinsip perinsip inti dari disiplin positif.
Berikut link RPP Aksi nyata : https://docs.google.com/document/d/1yCYbARAK7ZxxOiWqIzgDz8XzOjCrix95V74dLlmLakk/edit?usp=drivesdk
Aksi nyata
Pada bagian ini sebelum saya menuntun murid menentukan Nilai Keyakinan Kelas, saya berkesempatan menyanyikan lagu karya saya di hadapan muris-murid saya. lagu tersebut diciptakan sebagai persembahan untuk murid-murid saya. di dalam lagu tersebut selain terkandung konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara, juga mengandung nilai nilai kebajikan yang saya sampaikan kepada murid supaya menjadi perenungan mereka. Lagu ini pun saya unggah di berbagai medai sosial untuk bisa tersebar dan mudah mudahan dapat dinyayikan oleh guru untuk muridnya. lagu ini pun menjadi pelipur ketika guru merasa marah atau kesal kepada murid. berikut adalah syair lagu “Aku Guru” yang saya ciptakan, serta link youtube video bgaimana syair tsb dinyanyikan. saya tautkan pula versi karaoke untuk lagu tersebut.
Link Lagu “Aku Guru” :https://www.youtube.com/embed/u8wd14aKJmU?controls=0&modestbranding=1&rel=0&showinfo=0&loop=0&fs=0&hl=en&enablejsapi=1&origin=https%3A%2F%2Flms20-gp.simpkb.id&widgetid=1Play Video
Link karaoke version : https://www.youtube.com/embed/3yuUtc0bmCk?controls=0&modestbranding=1&rel=0&showinfo=0&loop=0&fs=0&hl=en&enablejsapi=1&origin=https%3A%2F%2Flms20-gp.simpkb.id&widgetid=2Play Video
langkah selanjutnya adalah saya memimpin pembelajaran siswa di kelas dalam rangka membuat Nilai Keyakinan Kelas yang dirancang dan diyakini bersama serta peraturan peraturan kelas yang menyertainya. Setelah murid paham mengenai materi diskusi lalu saya meminta setiap murid untuk curah mendapat mengenai peraturan apa saja yang ingin kami patuhi dii kelas. Saya membagikan sticky note kepada setiap murid dan mereka menuliskan curah pendapatnya di sana, lalu mereka akan menempelkan nya di kertas flipchart yang sudah saya siapkan yang sebelumnya saya tuliskan kata kata di dalamnya yaitu, Nilai Keyakinan Kelas, Peraturan, Nilai Kebajikan. Setelah murid selesai mencurahkan pendapatnya, saya memimpin diskusi untuk menentukan apa nilai kebajikan yang tersirat/tersurat ada dalam setiap peraturan tersebut. Dari nilai keyakinan yang muncul lalu kami melakukan latihan dengan mendiskusikan setiap nilai keyakinan tersebut dan bagaimana mengerti wujud nilai nilai kebajikan/keyakinan yang selama ini selalu abstrak yaitu dengan cara melatihnya dengan konsep nilai kebajikan seperti menentukan apa yang tampak seperti dan apa yang tidak tampak seperti Nilai Keyakinan. Latihan dilanjut dengan mengidentifikasi setiap Nilai Keyakinan/kebajikan Kelas dengan cara analisis YChart yaitu apa yang terdengar, apa yang terlihat dan apa nama perilaku yang menyertainya. Latihan berlangsung selama 4 minggu baik daring maupun luring menyesuaikan dengan jadwal sekolah. Semua dokumentasi mengenai kegiatan tersebut dapat dilihat di video yang saya sertakan di laporan ini.
Link Poto Dokumentasi:
https://docs.google.com/document/d/1k3xQuWlGNJ5w9jgef9Rcb0xHoLnq5bBLpSAY6WEGO-U/edit?usp=sharing
Link video aksi nyata bersama murid : https://www.youtube.com/embed/DIwd3uDu49c?controls=0&modestbranding=1&rel=0&showinfo=0&loop=0&fs=0&hl=en&enablejsapi=1&origin=https%3A%2F%2Flms20-gp.simpkb.id&widgetid=3Play Video
langkah terakhir adalah saya berencana untuk mengadakan pertemuan dengan orang tua murid untuk membicarakan mengenai disiplin positif yang bisa diterapkan setiap anggota keluarga di rumah karena saya berfikir akan kurang efektif melatih anak untuk mengerti disiplin positif jika tidak ada sinergitas antara apa yang saya upayakan dengan keadaan di rumah murid.
Berikut link presentasi https://docs.google.com/presentation/d/1h8DgNjgTfmbkqWuB8tMOAi2cua4Pi455HjY5rn4At4I/edit?usp=sharing
SEKIAN TERIMAKASIH

What is Precedure Text?
Read the explanation below!
Procedure Text, atau teks prosedur dalam Bahasa Indonesia, merupakan teks yang memberikan kita perintah atau instruksi untuk melakukan sesuatu. Biasanya jenis teks ini diawali dengan kalimat “How to…”, misalnya “How to make a cup of tea” atau “How to operate the machine”. Procedure Text banyak terdapat di buku resep masakan dan buku petunjuk (manual book).
Tujuan dari Procedure Text adalah untuk menjelaskan bagaimana sesuatu dibuat, dilakukan atau digunakan melalui langkah-langkah yang berurutan (to show how something is made/used/done through sequence of steps).
Struktur Teks (Generic Structure) Procedure Text
Ada 3 jenis Procedural Text yang tidak menggunakan bagian materials. Perhatikan penjelasan berikut ini.
Pertama, Procedure Text yang menjelaskan bagaimana bekerja atau cara melakukan instruksi secara manual contohnya,How to use video game, the computer, the tape recorder, the fax, dan sebagainya.
Kedua, Procedural Text yang menginstruksikan bagai-mana melakukan aktivitas-aktivitas tertentu serta peraturannya. Contohnya, road safety rules, video game rules, dan sebagainya.
Ketiga, Procedural Text yang berhubungan dengan sifat atau kebiasaan manusia. Contohnya, How to live happily, atau How to succeed, dan sebagainya.
Unsur Kebahasaan
HOW TO USE A RICE COOKER TO MAKE RICE: THE BASICS
Here are the steps
Here are the example of procedure text, the steps how to use rice cooker
Kamu juga bisa lihat di gambar berikut cara memasak menggunakan rice cooker. Boleh dipakai untuk praktek berbicara ya






SPEAKING TEST! Praktek bicara ya
Tell me how to cook rice using rice cooker?
Hi guys,
Jangan cembetut jika diakhir pembelajaran selalu ada test atau tugas ya. Sudah seharusnya demikian supaya kalian latihan dan tentu saja mendapatkan nilai. Mending mengerjakan proyek proyek seperti ini dong ya test nya karena nilainya bisa kalian upayakan besar yaitu dengan memaksimalkan latihan terlebih dahulu. Itu bagian dari upaya loh.
Jadi apa test nya kali ini? Yaitu speaking test. Kalian akan membuat video tutorial bagaimana memasak nasi menggunakan rice cooker menggunakan Bahasa Inggris.
Dalam mengambil merekam kalian bisa sambil membaca catatan loh tapi upayakan jangan sampai kelihatan ya… Hehehe. Caranya adalah kalian bisa simpan catatan di depan kalian atau di samping/di belakang kamera/hp kalian. Atau kalian bisa menuliskannya di kertas atau karton lalu kalian tempel/gantung di dinding, atau kalian minta seseorang untuk memeganginya di depan untuk kalian baca. Terpenting kalian sampaikan step stepnya ya secara berurutan.
Setelah perekaman, kalian bisa langsung upload di postingan ibu di edmodo lewat kolom coment. Upload situ saja biar nanti ibu unduh dan nilai.

Resources
https://www.google.com/amp/s/blog.ruangguru.com/apa-itu-aspects-of-procedure?hs_amp=true
https://teks.co.id/procedure-text/
https://www.sekolahbahasainggris.co.id/procedure-text/
https://www.simplyrecipes.com/a_guide_to_rice_cookers/
https://www.webstaurantstore.com/article/277/how-to-use-a-rice-cooker.html
What is Narrative Text?

Narrative text is an imaginative story to entertain people.
Teks narratif itu adalah cerita yg bersal dari imajinasi yang tujuannya untuk menghibur.
Tahu kan Si Spongebob? Kalian pikir dia nyata ada hidup di dasar laut? Kesana kemari pakai celana kotak. Hobinya berburu ubur-ubur bersama teman si bintang laut Petric. Semua cerita tentang Spongebob itu hanya hayalan saja, hasil imajinasi penulisnya/sutradaranya. Kejadian cerita narrative belum tentu kebenarannya. Tujuannya untuk menghibur tapi serat pesan moral. Jaman dulu orang tua memberikan pengajaran tentang hidup dan kehidupan itu lewat cerita yg diceritakan dari generasi ke generasi. Contohnya cerita legenda Malin Kundang. Tahu tidak apa pesan moral dari cerita itu? Ya, menasehati supaya kita jangan jadi anak yang durhaka kepada orang tua. Karena anak durhaka itu akan celaka.
Narrative itu “An imaginative story to entertain the reader” atau cerita imajinasi untuk menghibur pembaca. Misalnya, Cinderella, Snow White, Monkey and Crocodiles, Malin Kundang, The Legend of Tangkuban Prahu Montain, dst. Sedangkan jenis-jenis cerita yang tergolong dalam Narrative Text yaitu; Fable (cerita binatang, Fairly Tales (cerita peri), Folktales (cerita rakyat), Legend (legenda), Mith (mitos).
Struktur dari narrative text berfokus pada serangkaian tahapan yang diusulkan untuk membangun sebuah teks ini sendiri. Secara umum, terdapat empat tahapan dalam Narrative text, yaitu:
Orientation atau biasa disebut dengan pendahuluan, berisi tentang siapa, kapan, di mana suatu cerita ditetapkan.
Complication menceritakan awal masalah yang menyebabkan puncak masalah atau yang biasa disebut dengan klimaks. Bagian ini biasanya melibatkan karakter utama dari cerita tersebut.
Bagian ini adalah akhir dari cerita atau berupa solusi dari masalah yang terjadi. Masalah dapat diselesaikan dapat menjadi lebih baik atau malah lebih buruk yang nantinya akan membuat cerita berakhir dengan bahagia atau sebaliknya.

The Example of Narrative Text
Situ Bagendit
Long time ago, far away in an isolated village there was a young rich woman. The house that she had been living in was very big. Her wealth was plentiful. The young woman lived by herself. She didn’t have any friend at all.
“Wouw, I am very rich! Ha…ha…ha, I am the richest woman in this village!” said the young woman while she was looking at her gold and jewelries. It was so pity, that the young woman was very miserly. Her plentiful wealth never been used to help others.
“All of the wealth is mine, isn’t it? So what am I give it all to other for?” The young woman thought. However, many of villagers were poor. They lived in less condition. Sometimes some villagers were hunger, and didn’t get any food for days.
Because of the young woman miserly, the villagers called her Bagenda Endit. Bagenda Endit meant the miserly rich person. “Bagenda Endit, have mercy on me! My child has not eaten for few days”, said an old woman sadly.
“Hi, you crazy old woman! Get away from me!” yelled Bagenda Endit threw the old woman away. Because the old woman didn’t want to go, Bagenda Endit splashed her with water. Splash!, and all over the old woman body and her baby became wet.
Bagenda Endit was a feeling less woman. She didn’t even have a little bit mercy to the old woman and her baby. She even got more angry. After that, she asked the old woman to get out of her house yard. And then, she was dragging her out of the yard.
Although Bagenda Endit was very miserly, the village people kept coming in. The came for the water wheel. “No, I won’t let you to take away the water from my wheel! The water in the wheel is mine!” Bagenda Endit yelled angrily.
“Ha…ha…ha…you’re all stupid! You think you just can take the water from my wheel!” Bagenda Endit said while she was watching the thirst villagers outside the fence. Suddenly, a decrepit man was standing in Bagenda Endit house yard. He was walking tottery to the wheel while holding his stick.
When the old man was trying to take the water, Bagenda Endit saw it. Then, she hit the old man with a founder. “Have mercy on me Bagenda Endit! I want to take the water just for a drink”, said the old man when he was trying to get up.
Bagenda Endit kept beating the old man. And then, an astonishing thing happened. Suddenly the old man got up with a healthy body. He walked closer to Bagenda Endit. He pointed his stick at the cruel rich woman’s nose.
“Hi, Bagenda Endit, take the punishment from me!” said the old man loudly. Then he pointed at the wheel with his stick. Wus…byuur, the wheel was sprinkling the water swiftly. Not long enough, the water was flooding up. Bagenda Endit couldn’t save herself. She drawn with all of her wealth.
The village was disappeared. The thing that left was a wide and deep lake. The lake was named Situ Bagendit. Situ means a wide lake. It was named Situ Bagendit, because the wide lake came from a wheel that belongs to Bagenda Endit.
Translation
Situ Bagendit
Dahulu kala, jauh di desa yang terisolasi ada seorang wanita kaya muda. Rumah tempat tinggalnya sangat besar. Kekayaannya berlimpah. Wanita muda itu hidup sendiri. Dia sama sekali tidak punya teman.
“Wouw, saya sangat kaya! Ha … ha … ha, saya wanita terkaya di desa ini! “Kata wanita muda itu saat melihat perhiasan emas dan perhiasannya. Sayang sekali, wanita muda itu sangat kikir. Kekayaannya yang berlimpah tidak pernah digunakan untuk menolong orang lain.
“Semua kekayaan itu milikku, bukan? Jadi, apa yang harus kuberikan untuk yang lain? “Wanita muda itu berpikir. Namun, banyak penduduk desa miskin. Mereka hidup dalam kondisi kurang. Terkadang beberapa penduduk desa kelaparan, dan tidak mendapatkan makanan selama berhari-hari.
Karena wanita muda itu kikir, penduduk desa memanggilnya Bagenda Endit. Bagenda Endit berarti orang kaya yang kikir. “Bagenda Endit, kasihanilah aku! Anak saya belum makan selama beberapa hari “, kata seorang wanita tua sedih.
“Hai, kamu wanita tua yang gila! Pergi dariku! “Teriak Bagenda Endit mengusir wanita tua itu. Karena wanita tua itu tidak mau pergi, Bagenda Endit memercikkannya dengan air. Splash !, dan seluruh tubuh wanita tua dan bayinya menjadi basah.
Bagenda Endit adalah wanita yang merasa kurang. Dia bahkan tidak sedikit memiliki belas kasihan pada wanita tua dan bayinya. Dia bahkan menjadi lebih marah. Setelah itu, dia meminta wanita tua itu untuk keluar dari halaman rumahnya. Lalu, dia menyeretnya keluar dari halaman.
Meski Bagenda Endit sangat kikir, orang-orang desa terus masuk. Yang datang untuk roda air. “Tidak, saya tidak akan membiarkan Anda mengambil air dari kemudi saya! Air di roda itu milikku! “Terengah-engah Bagenda Endit dengan marah.
“Ha … ha … ha … kamu semua bodoh banget! Anda pikir Anda bisa mengambil air dari kemudi saya! “Bagenda Endit mengatakan saat dia memperhatikan penduduk desa yang kehausan di luar pagar. Tiba-tiba, seorang pria jompo berdiri di halaman rumah Bagenda Endit. Dia berjalan terhuyung-huyung ke roda sambil memegang tongkatnya.
Ketika orang tua itu mencoba mengambil air, Bagenda Endit melihatnya. Lalu, dia memukul pria tua itu dengan seorang pendiri. “Kasihanilah aku Bagenda Endit! Saya ingin mengambil air hanya untuk minum “, kata pria tua itu saat sedang berusaha bangun.
Bagenda Endit terus memukul pria tua itu. Dan kemudian, hal yang menakjubkan terjadi. Tiba-tiba orang tua itu bangkit dengan tubuh yang sehat. Dia berjalan mendekati Bagenda Endit. Dia mengarahkan tongkatnya ke hidung wanita kaya yang kejam itu.
“Hai, Bagenda Endit, ambil hukuman dariku!” Kata orang tua itu keras-keras. Lalu dia menunjuk kemudi dengan tongkatnya. Wus … byuur, roda itu menaburkan air dengan cepat. Tidak cukup lama, airnya membanjir. Bagenda Endit tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Dia tertarik dengan semua kekayaannya.
Desa itu pun lenyap. Benda yang tersisa adalah danau yang luas dan dalam. Danau itu bernama Situ Bagendit. Situ berarti danau yang luas. Itu bernama Situ Bagendit, karena danau yang luas berasal dari roda milik Bagenda Endit.
Resources
Narrative Text
http://britishcourse.com/narrative-text-definition-purposes-generic-structures-language-features.php
http://britishcourse.com/contoh-narrative-text-legend-of-talaga-warna-beserta-terjemahannya.php
http://britishcourse.com/contoh-narrative-text-legend-of-situ-bagendit-beserta-terjemahannya.php
SPEAKING TEST! Praktek berbicara ya
Hay guys
Jangan cembetut jika usai materi selalu ada test. Karena sudah seharusnya demikian. Sekalian latihan sekalian dapat nilai kan asik. Nyicil nilai lebih baik ketimbang ngandelin penilaian akhir semester dari sekolah, ya kan? Lagian mending test test sepeeti ini loh karena nilainya bisa kita upayakan gede sendiri. Kalau maksimal upayanya pasti gede nilainya. Bisa latihan dulu lagi.
Nah apa tuh test nya?
Kalian membuat video penampilan kalian menceritakan legenda Situ Bagendit. Kalian boleh berceritanya sambil baca catatan asal jangan sampai ketahuan ya…hehehe… Caranya bagaimana? Kalian bisa menyimpan catatan di depan, atau tempel karton yang bertuliskan cerita itu. Contoh cara membacanya, intonasinya sudah ibu share di bagian materi ya. Tinggal dengarkan dengan seksama.
Diakhir cerita kalian harus menyampaikan morral value / morral message/ pesan moral dr cerita tersebut. Misalkan begini:
“The morral message of the story is: stingy and greedy are bad qualities that will bring disaster, therefore charity or sharing with others will save us.”
Bagaimana mengumpulkannya?
Video kalian bisa dipost di edmodo, di bagian comment postingan ibu. Atau kalian unduh dulu video kalian di youtube/facebook/IG lalu link nya di post di edmodo. Jangan cerita yang lain ya, Situ Bagendit saja. Supaya bisa dinilai pelafalan terhadap kosakatanya, jadi harus sama semua siswa ya biar objektif. Terimkakasih




Berikut contoh recount text
Holiday at Home
Orientation (Pembukaan)
Last thursday was my day off. I didn’t go anywhere. I just stay at home for two weeks to did the same activities routinely, over and over again. I felt that was the worst day I have ever passed.
Event (Isi)
I woke up earlier and did subuh prayer. After that, I had breakfast with my family in the morning. At 08.00 am, I turned on computer and played many games. Not felt, it was 10.00 o’clock, I rushed to take a bath to freshen my body.
Then, I watched my favorite TV programs until it almost midday. At 01.00 pm, I went to bathroom to ablution and immediately did zuhur prayer. Then, I had lunch and helped my mother to clean the house.
Because I was tired, I felt asleep on the couch. Unexpectedly, after waking up I had a guest who could cheer me up, my aunt came with her child. I kept playing with my nieces until nightfall.
Re-orientation (Kesimpulan)
Although just a home holiday, at least to refresh my mind from the routine activities in the office.





By: Dewi Andrianie
I respected
What happened I would
Everything you talked
No matter I didn’t understand
But I still respected
You’re older than me
You got experience
Many things happened in your live
Many things needed change
but you never took part of problem solve
You are just complaining
You want a lot but less trying
Don’t like, you grumbling
Others inspiring, you are whining
Getting old with embarrassing
Sukabumi, 17 September 2020


Dina jangji tos disebatkeun pasti
Urang bakal silih asah silih asih silih asuh
Bakal babarengan ngahaleuangkeun lagu jangji nu pasti
Moal robah tepi ka jiwa raga papisah
Tapi takdir ayeuna urang geus lain lainna deui
Nya saukur enggon nu beda
Urang masih saburuhan nu kamari
Kitu deui jeung tekhnologi nu dipiboga
Tong dibawa cerik Yi
Urang raga jauh tapi yakin hate pacantel
Jangji rek babarengan naik haji
Pastikeun urang munajat ulah tepi ka batal
Rojong du’a euceu rek miang
Moal malik ka tukang
Tp rek mengkol megat didinya di panyabaan
Nyaeta Mekah nu jadi tujuan
Sukabumi, Agustus 2020

Malam itu udara dingin membuat tubuhku menggigil. Segera aku sambar jaket biru dari kastop dikamarku.
“Lumayan agak hangat sekarang” gumamku. Angin berhembus melalui jendela kamarku hingga membuat tirainya terkibas. Lalu terdengar suara berderik, ah.. rupanya engsel jendelanya sudaah berkarat. Aku harus menggantinya dengan yang baru setelah aku punya cukup uang.
Segera kututup jendela itu rapat-rapat agar ruangan ini tak bertambah dingin. Kamarku menjadi gelap. Aku meraba-raba dinding mencari saklar lampu. Setelah lampu menyala aku melirik jam yang menempel di dinding dekat tempat tidurku.
“Jam tujuh rupanya…” Gumamku.
Di pondok kecil dan sederhana inilah aku memulai hidup baru. Jauh dari kediktatoran Ayah yang selalu memaksaku berbuat yang dia mau. Tidak terkecuali dalam hal mengatur masa depanku. Masih terngiang-ngiang di telingaku bentakan Ayah saat itu.
“Anak bodoh! Buat apa cape-cape jadi kuli tinta segala?! Apa tidak ada pekerjaan lain yang lebih menguntungkan dan menjamin masa depan?! Coba pikir, berapa sih gaji seorang jurnalis?”
Begitulah Ayah, segalanya diperhitungkan dengan uang. Sesaat terdiam, lelaki paruh baya itu masih berdiri dihadapanku. Meskipun aku menunduk tapi aku dapat membayangkan bagaimana murkanya pandangan Ayah padaku.
Tidak aku pungkiri bahwa selama ini Ayah memang sangat menyayangiku, Bang Rudi dan Mbak Riri. Setelah Ibu meninggal 15 tahun yang lalu, Ayah tidak pernah berniat mencari pengganti Ibu. Selama 15 tahun lamanya bertemankan kesepian, hidup dan membesarkan anak-anak seorang diri. Ayah mendidik kami dengan keras. Setiap hari membanting tulang mencari nafkah demi mencukupi kebutuhan kami. Hingga Ayah berhasil menjadi pengusaha yang sukses.
“Kris, tatap mata Ayah.”
Perlahan-lahan aku menengadah memandangi wajah Ayah yang mulai menua.
“Apakah salah jika orang tua mengharapkan anaknya menjadi orang yang berpangkat? Orang yang bertitel? Jawab pertanyaan Ayah!” Suaranya meninggi.
“Tidak, Ayah.”
“Lihat kakak-kakak mu, mereka berhasil karena menuruti kata-kata Ayah! Mereka patuh, tidak sepertimu yang susah diatur dan keras kepala!”
Kakak? Mengapa aku selalu dibanding-bandingkan dengan mereka? Mereka memang hebat. Abangku, Rudi, adalah seorang kapten di kepolisian kini telah berumah tangga dan bahagia. Mbak Riri juga bersama suaminya mampu merengkuh kebahagiaan. Disamping istri yang baik, dia juga seorang dokter yang ternama. Kini giliranku yang harus menjadi seorang insinyur.
Semula aku turuti saja kemauan Ayah. Sebesar apapun keinginanku untuk menjadi seorang penulis, perintah Ayah saat itu mampu membuatku ketakutan mengungkapkan keinginanku. Hingga dua tahun berlalu, aku mampu memberi Ayah nilai-nilai terbaik hasil kuliahku di salah satu universitas ternama di Bandung.
Hingga suatu hari. Hari dimana keberanian yang dulu membeku kini meleleh karena suhu kejenuhan dan kemeranaan jiwa.
Dengan duduk terpekur, aku utarakan keinginanku. Aku katakan bahwa aku akan menghentikan sekolahku dan menekuni bidang jurnalistik. Ayah saat itu tentu saja kaget dan melarang dengan keras.
“Jangan! Awas saja kalau kamu berani melakukannya.” Ancamnya. Tetapi aku tak peduli dan nekat berhenti kuliah. Dua bulan aku tidak masuk kuliah, dua bulan pula Ayah membiarkanku. Hingga akhirnya kemarahannya memuncak.
Ketika aku sedang asyik mengetik sebuah artikel, Ayah menggebrak mejaku, membanting mesin tikku lalu menarik kerah bajuku dengan kasar dan menghempaskanku ke sofa.
“Keras kepala!” Hardiknya.
“Ayo bilang, sampai mana kamu berani menentang keputusan Ayah?!” Ayah berdiri dihadapanku. Melotot. Aku terdiam tak bisa apa-apa.
“Dengar tidak omongan Ayah tadi?!”
“Dengar, Ayah.” Ucapku lirih.
“Apa? Apa yang kamu dengar?!” Hardiknya lagi.
“A..aku harus patuh pada Ayah. Meniru keberhasilan Bang Rudi dan Mbak Riri dalam melaksanakan perintah A..Ayah” Terpatah-patah aku berucap.
“Itu kamu mengerti. Tapi kenapa kamu tidak juga pat-”
“Tapi, Ayah!” Potongku.
“Haruskah itu, Ayah? Yakinkah Ayah bahwa jalan hidup yang Ayah pilihkan untukku adalah yang terbaik untuk diriku sendiri? Tidak, Ayah! Ayah tidak bisa memkasakan keinginan Ayah padaku. Aku.. aku ingin menjadi seorang jurnalis!” Suaraku bergetar.
“Tapi kenapa, Krisna? Nilai-nilaimu selama kuliah bagus, menandakan kamu memang mampu menjadi insinyur. Apa lagi? Apa kamu tidak merasa bangga bila kelak menjadi seorang insinyur yang dihormati dan bisa hidup senang. Gunakanlah otakmu, Krisna!” Ucap Ayah.
“Ayah.. sejak kecil cita-citaku memang ingin menjadi jurnalis. Bukan insinyur. Ketika Ayah menyuruhku mengambil fakultas teknik, aku tidak bisa menolak. Aku takut mengecewakan Ayah, aku takut Ayah marah. Selama ini aku berjuang mendapatkan nilai bagus, agar Ayah tidak kecewa. Aku berusaha Ayah…” Aku menatap lurus mata Ayah.
“ Tapi keinginan itu terus menggangguku hingga aku berpikir apa salahnya jika aku menjadi jurnalis? Aku yakin, aku pasti bisa.” Ucapku mantap.
Ayah terdiam. Matanya menerawang. Sekilas wajahnya terlihat menyeramkan. Aku tahu, Ayah masih marah padaku. Aku tidak tahu apa keputusannya terhadapku.
“Baiklah Krisna, kalau itu mau mu.” Katanya dalam. “ Sekarang Ayah tidak peduli lagi. Lakukan yang kamu mau. Mau jadi orang kere, orang gembel, terserah!”
“Mulai besok, aku tidak mau melihatmu ada di rumah ini. Segera kemasi barang-barangmu. Jangan kembali sebelum kamu menjadi orang sukses. Aku tidak mau dipanggil ayah oleh anak yang membangkan. Mengerti?!” Ayah berkata penuh penekanan.
Rasa nyeri menyusup kedadaku.Makin parah hingga hampir menjatuhkan air mataku. Tapi, tak ada yang bisa aku lakukan. Aku harus menerimanya dengan lapang dada.
Gonggongan anjing dari kejauhan menyentakkan aku dari lamunan. Ternyata malam kian larut. Jam telah menunjukkan pukul delapan kurang lima menit. Kantuk mulai menyerang. Biarlah kepenatanku hari ini, kegaulauanku selama ini menjadi teman tidurku malam ini.
Sayup-sayup kudengar pintu diketuk orang. Rasa-rasanya suara itu datang dari arah pintu diketuk. Ketukannya pelan namun beraturan. Bergegas aku bangkit dari bangkit.
“Siapa?” Tanyaku kesal namun tak ada jawabannya. Ketukan semakin jelas terdengar.
Tok..tok..tok..
Pintu terus diketuk sampai aku membukanya. Aku menyembulkan kepalaku untuk melihat siapa yang ada di balik pintu.
“I..Ibu?!” Mataku membulat, tak percaya dengan apa yang aku lihat. Sesosok wanita paruh baya berdiri anggun dihadapanku.
“Ibu…” Panggiku. Wanita itu tersenyum. Dengan kebaya putih dan rambutnya yang disanggul rapih. Persis seperti lukisan di ruang tengah rumah Ayah. Yang setiap kali aku lewat, ingin rasanya aku berlama-lama disana memandangi lukisan Ibu. Begitu dalam rindu yang kupendam pada sosok yang telah melahirkanku ini.
“Ibu…” Panggilku untuk ketiga kalinya. Mataku sudah tak sanggup menahan air mata. Buliran bening itu jatuh membasahi pipi.
“Iya nak. Ini Ibu. Boleh Ibu masuk?”
“Silahkan Ibu, telah lama aku menanti kedatangan Ibu…”
Pintu kututup kembali. Aku memandang lamat-lamat wajah Ibu yang cantik dengan senyum lembutnya.
“Aku sangat, sangat merindukan Ibu.”
“Ibu juga, Krisna anakku.”
Segera kupeluk wanita itu, kucium tangannya, pipinya, keningnya. Wanita itu membalas mengecup kening anak bungsunya dan membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang.
“Anak Ibu sudah besar ya!” Ibu tertawa kecil. Dengan sesenggukan aku ikut tersenyum.
“Sudahlah nak, jangan kau tumpahkan semua air matamu. Lelaki pantang menitikan air mata kan? Seberat apapun beban derita yang harus dipikulnya.”
Aku melepaskan pelukannya. “Iya bu, maafkan aku. Perasaanku sedang campur aduk.” Keluh ku.
“Mau cerita sama Ibu, nak?” Ibu pun duduk di sofa ruang tamu. Aku ikut duduk di sebelahnya dan merebahkan kepalaku di pangkuan Ibu.
“Ini tentang Ayah. Ia tak pernah mau mengerti aku.”
“Sabarlah nak, memang begitu sifat Ayahmu sejak dulu. Apalagi sekarang dia hidup sebagai single parent. Maksud Ayahmu baik, anakku. Tapi karena rasa takut yang berlebihan terhadap masa depanmu, maka sikapnya jadi begitu, Sekarang kamu sudah besar, Krisna. Sudah dapat menentukan mana yang terbaik bagi hidupmu. Lanjutkan yang sedang kamu perjuangkan, nak. Ibu hanya bisa berdoa untuk kebahagiaanmu saja. Biarlah sementara waktu keadaan Ayahmu dan kamu begini. Cepat atau lambat, hati Ayah mu akan mencair juga. Bila suatu saat kamu kembali dengan atau tanpa keberhasilan itu, percayalah dia akan memelukmu dengan rasa sayang, rasa bangga, menyambutmu pulang.” Tutur Ibu begitu bijak.
Aku bangkit dan mengajak Ibu berdiri. “Maukah Ibu tinggal bersamaku disini?” Pintaku.
“Walaupun Ibu ingin, Ibu tidak bisa” Ibu menggeleng.
“Kita tidak mungkin bisa bersama lagi. Karena dunia kita berbeda. Ibu telah lama pergi, Krisna. Ibu harus kembali keatas sana, karena sebentar lagi matahari akan muncul dan ayam akan berkokok. Selamat tinggal, Krisna anakku tersayang, Ibu bahagia dapat bertemu dan memelukmu, merasakan kehangatanmu lagi” Wanita itu mundur beberapa langkah. Masih dengan senyuman yang sangat aku rindukan, sedikit demi sedikit wujud Ibu berubah menjadi cahaya putih yang berpijar lembut. Kian lama cahaya itu semakin menyilaukan mataku.
“Tidak Ibu! Jangan… jangan pergi Ibu! Jangan tinggalkan aku!” Sekeras-kerasnya aku berteriak, sederas apapun air mataku berlinang, Ibu hanya tersenyum perlahan tertutupi cahaya. Aku ingin menggapai Ibu agar kembali. Mataku menyipit memandang kebalik cahaya. Sinar itu seketika melejit terbang ke angkasa.
“IBUUUUU…!!”
“Ibu… Ibu.. Hiks… Ibu, jangan tinggalkan aku..”
Tiba-tiba aku mendapati diriku dalam keadaan menangis meronta-ronta diatas temat tidur. Semua kejadian tadi hanya mimpi. Mimpi paling hangat dan mimpi yang akan selalu kurindukan dalam hidupku. Karena hanya di mimpi itulah aku dapat merasakan kembali kehangatan pelukan Ibu.
Terimakasih Tuhan…
Pagi ini aku punya semangat baru, semangat yang akan menghantarkanku menuju cita-citaku.
Semoga…
Pembelajaran dimasa pandemik membutuhkan kesiapan baik material maupun moril. Oleh karena itu patut kiranya kita sama-sama belajar bagaimana pembelajaran itu bisa efektif efisien. Salah satu cara yang tidak bisa dihindari di zaman serba digital adalah menggunakan teknologi. Permasalahan muncul dalam dua hal. Pertama mengenai pemilihan aplikasi pembelajaran. Aku yang kedua adalah kemampuan guru menyelenggarakan pembelajaran menggunakan teknologi. Yang ketiga keterbatasan sarana dan prasarana baik bagi guru mau pun bagi peserta didik