NARRATIVE TEXT

What is Narrative Text?

Narrative text is an imaginative story to entertain people.

Teks narratif itu adalah cerita yg bersal dari imajinasi yang tujuannya untuk menghibur.

Tahu kan Si Spongebob? Kalian pikir dia nyata ada hidup di dasar laut? Kesana kemari pakai celana kotak. Hobinya berburu ubur-ubur bersama teman si bintang laut Petric. Semua cerita tentang Spongebob itu hanya hayalan saja, hasil imajinasi penulisnya/sutradaranya. Kejadian cerita narrative belum tentu kebenarannya. Tujuannya untuk menghibur tapi serat pesan moral. Jaman dulu orang tua memberikan pengajaran tentang hidup dan kehidupan itu lewat cerita yg diceritakan dari generasi ke generasi. Contohnya cerita legenda Malin Kundang. Tahu tidak apa pesan moral dari cerita itu? Ya, menasehati supaya kita jangan jadi anak yang durhaka kepada orang tua. Karena anak durhaka itu akan celaka.

Narrative itu “An imaginative story to entertain the reader” atau cerita imajinasi untuk menghibur pembaca. Misalnya, Cinderella, Snow White, Monkey and Crocodiles, Malin Kundang, The Legend of Tangkuban Prahu Montain, dst. Sedangkan jenis-jenis cerita yang tergolong dalam Narrative Text yaitu; Fable (cerita binatang, Fairly Tales (cerita peri), Folktales (cerita rakyat), Legend (legenda), Mith (mitos).

Struktur Narrative Text

Struktur dari narrative text berfokus pada serangkaian tahapan yang diusulkan untuk membangun sebuah teks ini sendiri. Secara umum, terdapat empat tahapan dalam Narrative text, yaitu:

  1. Orientation

Orientation atau biasa disebut dengan pendahuluan, berisi tentang siapa, kapan, di mana suatu cerita ditetapkan.

  1. Complication

Complication menceritakan awal masalah yang menyebabkan puncak masalah atau yang biasa disebut dengan klimaks. Bagian ini biasanya melibatkan karakter utama dari cerita tersebut.

  1. Resolution

Bagian ini adalah akhir dari cerita atau berupa solusi dari masalah yang terjadi. Masalah dapat diselesaikan dapat menjadi lebih baik atau malah lebih buruk yang nantinya akan membuat cerita berakhir dengan bahagia atau sebaliknya.

The Example of Narrative Text

Situ Bagendit

Long time ago, far away in an isolated village there was a young rich woman. The house that she had been living in was very big. Her wealth was plentiful. The young woman lived by herself. She didn’t have any friend at all.

“Wouw, I am very rich! Ha…ha…ha, I am the richest woman in this village!” said the young woman while she was looking at her gold and jewelries. It was so pity, that the young woman was very miserly. Her plentiful wealth never been used to help others.

“All of the wealth is mine, isn’t it? So what am I give it all to other for?” The young woman thought. However, many of villagers were poor. They lived in less condition. Sometimes some villagers were hunger, and didn’t get any food for days.

Because of the young woman miserly, the villagers called her Bagenda Endit. Bagenda Endit meant the miserly rich person. “Bagenda Endit, have mercy on me! My child has not eaten for few days”, said an old woman sadly.

“Hi, you crazy old woman! Get away from me!” yelled Bagenda Endit threw the old woman away. Because the old woman didn’t want to go, Bagenda Endit splashed her with water. Splash!, and all over the old woman body and her baby became wet.

Bagenda Endit was a feeling less woman. She didn’t even have a little bit mercy to the old woman and her baby. She even got more angry. After that, she asked the old woman to get out of her house yard. And then, she was dragging her out of the yard.

Although Bagenda Endit was very miserly, the village people kept coming in. The came for the water wheel. “No, I won’t let you to take away the water from my wheel! The water in the wheel is mine!” Bagenda Endit yelled angrily.

“Ha…ha…ha…you’re all stupid! You think you just can take the water from my wheel!” Bagenda Endit said while she was watching the thirst villagers outside the fence. Suddenly, a decrepit man was standing in Bagenda Endit house yard. He was walking tottery to the wheel while holding his stick.

When the old man was trying to take the water, Bagenda Endit saw it. Then, she hit the old man with a founder. “Have mercy on me Bagenda Endit! I want to take the water just for a drink”, said the old man when he was trying to get up.

Bagenda Endit kept beating the old man. And then, an astonishing thing happened. Suddenly the old man got up with a healthy body. He walked closer to Bagenda Endit. He pointed his stick at the cruel rich woman’s nose.

“Hi, Bagenda Endit, take the punishment from me!” said the old man loudly. Then he pointed at the wheel with his stick. Wus…byuur, the wheel was sprinkling the water swiftly. Not long enough, the water was flooding up. Bagenda Endit couldn’t save herself. She drawn with all of her wealth.

The village was disappeared. The thing that left was a wide and deep lake. The lake was named Situ Bagendit. Situ means a wide lake. It was named Situ Bagendit, because the wide lake came from a wheel that belongs to Bagenda Endit.

Translation

Situ Bagendit

Dahulu kala, jauh di desa yang terisolasi ada seorang wanita kaya muda. Rumah tempat tinggalnya sangat besar. Kekayaannya berlimpah. Wanita muda itu hidup sendiri. Dia sama sekali tidak punya teman.

“Wouw, saya sangat kaya! Ha … ha … ha, saya wanita terkaya di desa ini! “Kata wanita muda itu saat melihat perhiasan emas dan perhiasannya. Sayang sekali, wanita muda itu sangat kikir. Kekayaannya yang berlimpah tidak pernah digunakan untuk menolong orang lain.

“Semua kekayaan itu milikku, bukan? Jadi, apa yang harus kuberikan untuk yang lain? “Wanita muda itu berpikir. Namun, banyak penduduk desa miskin. Mereka hidup dalam kondisi kurang. Terkadang beberapa penduduk desa kelaparan, dan tidak mendapatkan makanan selama berhari-hari.

Karena wanita muda itu kikir, penduduk desa memanggilnya Bagenda Endit. Bagenda Endit berarti orang kaya yang kikir. “Bagenda Endit, kasihanilah aku! Anak saya belum makan selama beberapa hari “, kata seorang wanita tua sedih.

“Hai, kamu wanita tua yang gila! Pergi dariku! “Teriak Bagenda Endit mengusir wanita tua itu. Karena wanita tua itu tidak mau pergi, Bagenda Endit memercikkannya dengan air. Splash !, dan seluruh tubuh wanita tua dan bayinya menjadi basah.

Bagenda Endit adalah wanita yang merasa kurang. Dia bahkan tidak sedikit memiliki belas kasihan pada wanita tua dan bayinya. Dia bahkan menjadi lebih marah. Setelah itu, dia meminta wanita tua itu untuk keluar dari halaman rumahnya. Lalu, dia menyeretnya keluar dari halaman.

Meski Bagenda Endit sangat kikir, orang-orang desa terus masuk. Yang datang untuk roda air. “Tidak, saya tidak akan membiarkan Anda mengambil air dari kemudi saya! Air di roda itu milikku! “Terengah-engah Bagenda Endit dengan marah.

“Ha … ha … ha … kamu semua bodoh banget! Anda pikir Anda bisa mengambil air dari kemudi saya! “Bagenda Endit mengatakan saat dia memperhatikan penduduk desa yang kehausan di luar pagar. Tiba-tiba, seorang pria jompo berdiri di halaman rumah Bagenda Endit. Dia berjalan terhuyung-huyung ke roda sambil memegang tongkatnya.

Ketika orang tua itu mencoba mengambil air, Bagenda Endit melihatnya. Lalu, dia memukul pria tua itu dengan seorang pendiri. “Kasihanilah aku Bagenda Endit! Saya ingin mengambil air hanya untuk minum “, kata pria tua itu saat sedang berusaha bangun.

Bagenda Endit terus memukul pria tua itu. Dan kemudian, hal yang menakjubkan terjadi. Tiba-tiba orang tua itu bangkit dengan tubuh yang sehat. Dia berjalan mendekati Bagenda Endit. Dia mengarahkan tongkatnya ke hidung wanita kaya yang kejam itu.

“Hai, Bagenda Endit, ambil hukuman dariku!” Kata orang tua itu keras-keras. Lalu dia menunjuk kemudi dengan tongkatnya. Wus … byuur, roda itu menaburkan air dengan cepat. Tidak cukup lama, airnya membanjir. Bagenda Endit tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Dia tertarik dengan semua kekayaannya.

Desa itu pun lenyap. Benda yang tersisa adalah danau yang luas dan dalam. Danau itu bernama Situ Bagendit. Situ berarti danau yang luas. Itu bernama Situ Bagendit, karena danau yang luas berasal dari roda milik Bagenda Endit.

Resources

Narrative Text

http://britishcourse.com/narrative-text-definition-purposes-generic-structures-language-features.php

http://britishcourse.com/contoh-narrative-text-legend-of-talaga-warna-beserta-terjemahannya.php

http://britishcourse.com/contoh-narrative-text-legend-of-situ-bagendit-beserta-terjemahannya.php

SPEAKING TEST! Praktek berbicara ya

Hay guys
Jangan cembetut jika usai materi selalu ada test. Karena sudah seharusnya demikian. Sekalian latihan sekalian dapat nilai kan asik. Nyicil nilai lebih baik ketimbang ngandelin penilaian akhir semester dari sekolah, ya kan? Lagian mending test test sepeeti ini loh karena nilainya bisa kita upayakan gede sendiri. Kalau maksimal upayanya pasti gede nilainya. Bisa latihan dulu lagi.

Nah apa tuh test nya? 
Kalian membuat video penampilan kalian menceritakan legenda Situ Bagendit. Kalian boleh berceritanya sambil baca catatan asal jangan sampai ketahuan ya…hehehe… Caranya bagaimana? Kalian bisa menyimpan catatan di depan, atau tempel karton yang bertuliskan cerita itu. Contoh cara membacanya, intonasinya sudah ibu share di bagian materi ya. Tinggal dengarkan dengan seksama. 

Diakhir cerita kalian harus menyampaikan morral value / morral message/ pesan moral dr cerita tersebut. Misalkan begini: 

The morral message of the story is: stingy and greedy are bad qualities that will bring disaster, therefore charity or sharing with others will save us.”

Bagaimana mengumpulkannya?
Video kalian bisa dipost di edmodo, di bagian comment postingan ibu. Atau kalian unduh dulu video kalian di youtube/facebook/IG lalu link nya di post di edmodo. Jangan cerita yang lain ya, Situ Bagendit saja. Supaya bisa dinilai pelafalan terhadap kosakatanya, jadi harus sama semua siswa ya biar objektif. Terimkakasih

Published by Dewi Andrianie

I am a teacher. I like reading and writing simple thing. I love disscusing about education, history, science, traveling, art

Design a site like this with WordPress.com
Get started