KONEKSI ANTAR MATERI DAN AKSI NYATA MENUJU BUDAYA POSITIF

Oleh : Dewi Andrianie (CGP 3 Kab. Sukabumi, Jawa Barat)

Guru SMAN 1 Cisaat Kab. Sukabmi

Peran saya sebagai guru dalam menciptakan budaya positif di sekolah adalah saya harus mulai dari menggali dan menerapkan peraturan kelas dengan melibatkan murid dalam merumuskannya. Peraturan yang dibuat itu haruslah berdasarkan kepada nilai nilai kebajikan apa yang ingin ditanamkan kepada murid hingga murid dapat berlatih dengan mematuhi peraturan tersebut, manusia seperti apa yang ingin dibentuk oleh adanya peraturan tersebut. Peraturan dibuat bukan hanya sekedar kata kata penunggu dinding kelas tak bermakna sama sekali. Hasil berlatih yang terus menerus menerapkan peraturan yang disepakati bersama itu haruslah mampu membentuk karakter baik murid secara permanen dan bertahan untuk jangka waktu yang lama, bukan temporeri. Dari peraturan di kelas yang dijalankan terus menerus maka akan menimbulkan keyakinan kelas pada kebajikan yang universal. Seperti menghormati, menyayangi, jujur, bertanggung jawab, selamat, kesehatan dan lain sebagainya. Yang dimaksud universal adalah nilai kebajikan yang diakui kebenaran nilai nya oleh semua orang, lintas agama,lintas suku, lintas budaya.hal hal yang disampaikan di atas adalah merujuk pada disiplin positif, bahwa kedisiplinan itu bukan dengan cara menghukum.

Kedisiplinan ditegakan bukan melalui kontrol guru terhadap murid. Karena sejatinya tidak ada seorangpun yang mempu mengontrol perilaku kita selain diri kita sendiri. Disiplin positif dapat terjadi jika motivasi untuk melaksanakannya datang dari dalam diri sendiri yaitu yang disebut motivasi interinsik, bukan motivasi dari luar atau ekstrinsik. Motivasi intrinsik hanya bisa muncul jika si pemegang kontrol meyakini bahwa apa yang dilakukannya sesuai dengan nilai nilai kebajikan yang diyakininya. Begitu pula jika mereka melakukan kesalahan maka untuk memperbaikinya akan merujuk pada nilai kebajikan apa yang diyakininya dan mau jadi manusia seperti apa diri kita ini. Sebagai seorang guru haruslah paham bahwa kita hanya bisa mengarahkan murid untuk meyakini suatu nilai universal. Tidak bolah memaksakan kehendak. Guru harus mampu menggali, mengarahkan dengan posisi kontrol sebagai menejer, bukan penghukum, pembuat rasa bersalah. Posisi kontrol sebagai teman atau pengontrol sebetulnya masih bisa diambil sesuai situasi dan kondisi namun posisi kontrol sebagai menejer haruslah diutamakan. Karena hanya di posisi ini lah tahapan tahapan segitiga restitusi dapat dilaksanakan.

Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan karakter yang lebih kuat. Restitusi juga berarti proses kolaborasi yang mengajarkan murid mencari solusi untuk masalah yang di hadapinya, dan membantu murid berfikir tentang orang seperti apa yang mereka inginkan, dan bagaimana mereka harus memperlakukan orang lain. Sedangkan segitiga restitusi adalah suatu tahapan bagaimana restitusi itu bisa dijalankan. Hal ini untuk memudahkan guru dalam melakukan proses mempersiapkan muridnya melakukan restitusi. Tahapan yang dimaksud ada 3 mangkanya disebut segi tiga yaitu tahapan yg pertama menstabilkan identitas, tahapan yg ke dua validasi tindakan yg salah, tahapan yg ke 3 menanyakan keyakinan.

Jika setiap murid mentaati peraturan yang didorong oleh kontrol intrinsik dari dalam dirinya dan setiap hambatan/masalah terjadi dikembalikan lagi kepada apa yang diyakininya sehingga solusi yang diambilnya akan membaikan dirinya dan sekitarnya. Ini akan mampu membangun lingkungan positif di sekolah. Lingkungan yang menerapkan budaya positif terus menerus maka akan menumbuhkan budaya positif di lingkungan sekolah.

Lalu apa hubungannya materi ini dengan Filosofi Pendidikan Nasional KHD, Nilai dan Peran Guru Penggerak, dan Visi Guru Penggerak? Tentu saja hubungannya erat sekali. Guru tidak mungkin bisa legowo menyerahkan kontrol diri kepada murud dalam menegakan kedisiplinan jika guru tidak mengerti konsep perubahan KHD. Guru akan terus saja menghukum murid, merasa murid bersalah, tidak nyaman hingga berdampak negatif dan bertahan dalam jangka waktu yang panjang jika guru tersebut tidak mengerti konsep menghamba kepada murid. Sedangkan koneksitas materi ini dengan peran guru penggerak tentu saja kuat sekali karena apa yang kita lakukan bersama murid dalam menumbuhkembangkan disiplin positif adalah merupakan bentuk nyata dari peran guru penggerak yaitu mewujudan kepemimpinan murid. Segitiga restitusi adalah bukti nyata bagaimana kita melatih anak untuk memiliki kontrol atas dirinya. Pemimpin sejatinya adalah memimpin diri sendiri kearah yang lebih baik. Dari penjelasan mengenai peraturan – keyakinan kelas – ingkungan positif – budaya positif jelas lah tergambar sekolah seperti apa yang kita cita citakan, manusia seperti apa yang kita harapkan menjadi output dari sekolah kita. Itulah hubungannya materi ini dengan visi guru penggerak.

Dalam membuat aksi nyata saya membaginya ke dalam 2 sesi yaitu sesi pertama menemukan dan menentukan keyakinan kelas pada nilai nilai kebajikan, dan sesi ke-2 adalah sesi saya mendesiminasikan apa yang sudah saya lakukan bersama murid dalam membuat keyakinan kelas.

Berikut ini langkah-langkah aksi nyata saya:

Di kelas saya:

1. menyanyikan lagu persembahan guru untuk murid berjudul, “Aku Guru” lalu menggali nilai kebajikan dari lagu tersebut

2. memaparkan apa itu peraturan, nilai keyakinan/nilai kebajikan niversal

3. berdiskusi, menggali dan menetapkan nilai kebajikan/nilai keyakinan kelas pada setiap aturan yang ditetapkan bersama, lalu melakukan komitmen menjalankan keyakinan dengan cara menandatangani hasil musyawarah

4. berlatih menemukan wujud nilai keyakinan kelas dengan cara menemukan di keseharian menurut pengalaman apa yang tampak dan apa yang tidak tampak, dan mengisi Ychart (terdengar, terlhat, perilaku)

5. berlatih menggali kesadaran atas peran, tugas dan tanggung jawab masing masing (guru dan murid) dengan merincinya dalam selembar kertas bersama.

Bersama komunitas guru saya:

1. mendesiminasikan secara luring apa yang sudah saya lakukan di kelas dalam rangka menumbuhkan disiplin positif yang dapat membentuk budaya positif di lingkungan kelas/sekolah,

2. membuka forum diskusi

3. menulis jurnal refleksi

Lirik lagu

AKU GURU

Karya Dewi Andrianie (CGP 3 Kab. Sukabumi)

Aku guru harus banyak tahu

Belajarlah sepanjang waktu

Aku guru menyayangi mu

Pada semua murid murid ku

Aku guru kan menuntun mu

Menemukan jati dirimu

Aku guru kan membimbingmu

Menuntun mu pada kodrat mu

Aku guru menghormati mu

Dari Tuhan untuk negeri ku

Aku guru pelita ilmu

Bertumbuhlah jadi yang kamu mau

Aku guru bukti baktiku

Sambut hari ceria dengan mu

Aku guru menghamba pada mu

Menyayangi sepenuh hati (3x)

https://youtu.be/u8wd14aKJmU (video Lagu, “Aku Guru”)

LAPORAN AKSI NYATA PENERAPAN KONSEP BUDAYA POSITIF DI KELAS X IPS 1 SMAN 1 CISAAT KABUPATEN SUKABUMI JAWA BARAT

Oleh Dewi Andrianie, S.Pd.,M.Hum.

CGP Angkatan 3, Asal Kabupaten Sukabumi Jawa Barat

Pendahuluan

Hari Selasa tanggal 19 Oktober 2021 saya melakukan kegiatan pembelajaran bersama murid urid saya yaitu kelas X IPS 1. Karena masih masa pendemi maka pembelajaran tatap muka harus dibatasi jumlah murid di sekali tatap muka yaitu hanya 50% dari jumlah kelas. Sesi pertama adalah pada jam 07.30 – 08.30, dan sisi kedua pada jam 09.00 – 10.30. Sebelumnya saya sudah mengumumkan kepada murid di kelas tersebut tentang jadwal tatap muka bersama wali kelas di waktu dan jam tersebut. Saya bersama murid akan melaksanakan kegiatan menggali dan menentukan Nilai Keyakinan Kelas, melatih disiplin positif selama 4 minggu. Aksi nyata ini adalah merupakan tugas akhir di modul 1.4 mengenai Budaya Positif. Dalam pelaksanaannya aksi nyata di kelas bersama murid saya membagi kegiatan menjadi 4 tahap selama 4 minggu

1. Berdiskusi dipimpin guru mengenai apa itu disiplin, peraturan, motivasi manusia, nilai keyakinan, nilai kebajikan universal, dan mengapa kita mentaati/tidak mentaati peraturan (Building Knowledge Of the Field)

2. Curah pendapat tentang peraturan apa saja yang setiap siswa inginkan ada dan dipatuhi di kelas X IPS 1

3. Mendiskusikan apa nilai kabajikan yang terkandung di setiap curah pendapat tentang peraturan di kelas dan menyepakati Nilai Keyakinan Kelas di X IPS 1

4. Melatihkan Keyakinan Kelas.

Perencanaan

Sebelum menjalankan aksi nyata, saya membuat perencanaan terlebih dahuli. Saya memikirkan bagaimana kegiatan pembelajaran menentukan Nilai Keyakinan Kelas dapat berjalan dengan baik. Saya menyediakan alat dan bahan seperti seperti: Kertas Flipchart, Sticky Notes/Post it, spidol besar dan kecil warna warni, kertas berwarna, kertas polos, karton, gunting, lem yang akan digunakan dalam kegiatan Membuat Nilai Keyakinan Kelas. Saya juga membuat media peresentasi dalam bentuk slide mengenai perinsip perinsip inti dari disiplin positif.

Berikut link RPP Aksi nyata : https://docs.google.com/document/d/1yCYbARAK7ZxxOiWqIzgDz8XzOjCrix95V74dLlmLakk/edit?usp=drivesdk

Aksi nyata

Pada bagian ini sebelum saya menuntun murid menentukan Nilai Keyakinan Kelas, saya berkesempatan menyanyikan lagu karya saya di hadapan muris-murid saya. lagu tersebut diciptakan sebagai persembahan untuk murid-murid saya. di dalam lagu tersebut selain terkandung konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara, juga mengandung nilai nilai kebajikan yang saya sampaikan kepada murid supaya menjadi perenungan mereka. Lagu ini pun saya unggah di berbagai medai sosial untuk bisa tersebar dan mudah mudahan dapat dinyayikan oleh guru untuk muridnya. lagu ini pun menjadi pelipur ketika guru merasa marah atau kesal kepada murid. berikut adalah syair lagu “Aku Guru” yang saya ciptakan, serta link youtube video bgaimana syair tsb dinyanyikan. saya tautkan pula versi karaoke untuk lagu tersebut.

Link Lagu “Aku Guru” :https://www.youtube.com/embed/u8wd14aKJmU?controls=0&modestbranding=1&rel=0&showinfo=0&loop=0&fs=0&hl=en&enablejsapi=1&origin=https%3A%2F%2Flms20-gp.simpkb.id&widgetid=1Play Video

Link karaoke version : https://www.youtube.com/embed/3yuUtc0bmCk?controls=0&modestbranding=1&rel=0&showinfo=0&loop=0&fs=0&hl=en&enablejsapi=1&origin=https%3A%2F%2Flms20-gp.simpkb.id&widgetid=2Play Video

langkah selanjutnya adalah saya memimpin pembelajaran siswa di kelas dalam rangka membuat Nilai Keyakinan Kelas yang dirancang dan diyakini bersama serta peraturan peraturan kelas yang menyertainya. Setelah murid paham mengenai materi diskusi lalu saya meminta setiap murid untuk curah mendapat mengenai peraturan apa saja yang ingin kami patuhi dii kelas. Saya membagikan sticky note kepada setiap murid dan mereka menuliskan curah pendapatnya di sana, lalu mereka akan menempelkan nya di kertas flipchart yang sudah saya siapkan yang sebelumnya saya tuliskan kata kata di dalamnya yaitu, Nilai Keyakinan Kelas, Peraturan, Nilai Kebajikan. Setelah murid selesai mencurahkan pendapatnya, saya memimpin diskusi untuk menentukan apa nilai kebajikan yang tersirat/tersurat ada dalam setiap peraturan tersebut. Dari nilai keyakinan yang muncul lalu kami melakukan latihan dengan mendiskusikan setiap nilai keyakinan tersebut dan bagaimana mengerti wujud nilai nilai kebajikan/keyakinan yang selama ini selalu abstrak yaitu dengan cara melatihnya dengan konsep nilai kebajikan seperti menentukan apa yang tampak seperti dan apa yang tidak tampak seperti Nilai Keyakinan. Latihan dilanjut dengan mengidentifikasi setiap Nilai Keyakinan/kebajikan Kelas dengan cara analisis YChart yaitu apa yang terdengar, apa yang terlihat dan apa nama perilaku yang menyertainya. Latihan berlangsung selama 4 minggu baik daring maupun luring menyesuaikan dengan jadwal sekolah. Semua dokumentasi mengenai kegiatan tersebut dapat dilihat di video yang saya sertakan di laporan ini.

Link Poto Dokumentasi: 

https://docs.google.com/document/d/1k3xQuWlGNJ5w9jgef9Rcb0xHoLnq5bBLpSAY6WEGO-U/edit?usp=sharing

Link video aksi nyata bersama murid : https://www.youtube.com/embed/DIwd3uDu49c?controls=0&modestbranding=1&rel=0&showinfo=0&loop=0&fs=0&hl=en&enablejsapi=1&origin=https%3A%2F%2Flms20-gp.simpkb.id&widgetid=3Play Video

langkah terakhir adalah saya berencana untuk mengadakan pertemuan dengan orang tua murid untuk membicarakan mengenai disiplin positif yang bisa diterapkan setiap anggota keluarga di rumah karena saya berfikir akan kurang efektif melatih anak untuk mengerti disiplin positif jika tidak ada sinergitas antara apa yang saya upayakan dengan keadaan di rumah murid.

Berikut link presentasi https://docs.google.com/presentation/d/1h8DgNjgTfmbkqWuB8tMOAi2cua4Pi455HjY5rn4At4I/edit?usp=sharing

SEKIAN TERIMAKASIH

Published by Dewi Andrianie

I am a teacher. I like reading and writing simple thing. I love disscusing about education, history, science, traveling, art

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started